TENTANG ‘BERKELANA’
“Setelah pergumulan yang cukup panjang, akhirnya ia mengudara malam ini. Membelah sepinya malam, katanya. Lalu ia hilang.”
Manusia memang suka berkelana. Bukan hanya untuk mengukir tapak-tapak, dan membuktikan bahwa dirinya pernah ada, terkadang manusia itu berkelana untuk menguji dirinya sendiri.
Banyak hal yang perlu diuji. Harapan, cita-cita, dan rasa penasaran, semua perlu diuji. Untuk mengetahui sejauh mana harapan itu adalah cita-cita yang mewakili keutuhan dirinya, atau malah justru harapan itu hanyalah rasa penasaran belaka. Maka dari itu, manusia perlu berkelana.
Sama halnya saat ini, dia berkelana. Menghampiri beberapa nuansa kehidupan dengan tema pesta yang berbeda. Menguji impian, kemudian meramu pesta ala dirinya sendiri.