1 hal kecil yang berdampak besar

Selama sebulan ini saya mendapatkan sesuatu yang cukup aneh bagi diri saya. Tepatnya sebulan yang lalu saya memutuskan untuk mengikuti retreat di kampus. Keputusan ini membuat banyak teman dekat saya bertanya-tanya, “tumben banget lo mores ikut begituan kesambet apaan?”. Jujur, saya tidak heran dengan pertanyaan yang mereka ajukan karena yang mereka ketahui secara kasat mata tentang saya memang seseorang yang terlihat anti dengan religiusitas. Respond saya menanggapi pertanyaan tersebut, “hehe, iseng aja.. kebetulan mau skripsi cuy, harus tobat!”.

Tapi kalau boleh jujur, sebenarnya bukan itu jawaban sebenarnya, saya hanya malas saja menanggapi respon teman-teman saya. Karena memang ada hal yang tidak bisa saya ceritakan ke banyak orang.

Anehnya, hari-hari setelah saya mengikuti retreat seorang teman saya mengirimkan pesan kepada saya : “apa kabar bro?  gue dapet kabar dari temen kita katanya lo sekarang jarang ikut persekutuan ya? Kenapa? lo aktif pelayanan apa sekarang? gimana HPDT lo sama si Bos besar?”

Satu hal yang terlintas saat kali pertama saya membaca sms tersebut “what? kenapa ga ada angin ga ada hujan dia sms gue beginian?” Saya agak merinding lama membacanya.

Beliau yang mengirimkan sms tersebut memang dulunya seorang teman satu pelayanan dengan saya. Kami sama-sama melayani di sekolah kami masing-masing dan dipertemukan dalam sebuah camp sekitar 5-6 tahun lalu.

Membalas sms tersebut, saya menjelaskan kepada teman saya kalau saya memang sudah lama ‘resign’ dalam dunia pelayanan. Dia cukup kaget dengan kondisi saya dan mengaku kecewa karena katanya satu orang pekerja Tuhan hilang.

Ketika dia bertanya hal apa yang mendasari saya menjadi seperti itu, saya hanya bilang “ada hal yang ga bisa gue ceritain, tapi makasih banyak ya atas kepeduliannya.. doakan saja gue bisa balik lagi!”

Untung dia menghargai respon saya yang tidak mau menjelaskan. Setelahnya, dia terus menerus memotivasi saya lewat sms, menyemangati saya meskipun dia tidak tahu persis kondisi saya beberapa tahun terakhir.

Sampai pada satu momen, saya berpikir apa yah maksud semua ini? kenapa ketika saya memang sedang berusaha untuk ‘balik’ Tuhan secara tiba-tiba pula memberikan saya banyak jalan untuk pulang ke ‘rumah’. Dan saya merasa sangat bersyukur atas kepedulian beberapa teman saya yang lain.

Lantas saya teringat masa-masa saya dulu menjadi Sie Doa Pemerhati di sekolah dan menjadi Pemimpin Kelompok Kecil. Jauh sangat berbeda dengan kondisi saya sekarang yang bahkan menolak mengikuti kelompok kecil. Dan ketika saya melihat beberapa teman ‘n0n-sekuler’ saya di kampus yang turut memberikan saya semangat untuk dekat sama Tuhan lagi, saya merasa semakin bersyukur.

Mungkin memang benar, kalau saat ini saya masih belum sepenuhnya ‘pulang’, karena sering  sekali saya bertanya sama diri saya: ‘apakah gue yakin sama keputusan gue sekarang? apakah gue ga akan kecewa lagi?’. Tapi satu hal, saya akan berusaha untuk kembali lagi ‘percaya’.. Dan terimakasih sekali untuk beberapa orang teman yang cukup ‘peka’ akan keputusan yang saya ambil ini dan mau membantu saya untuk tetap berjuang untuk menjadi percaya. Hal kecil yang nampaknya sepele, namun kalau dipikir ulang maknanya sangat besar buat kehidupan saya. Sekali lagi terimakasih. :)

Advertisement
Comments
One Response to “1 hal kecil yang berdampak besar”
  1. eka says:

    bagus banget tulisannya..
    bisa jadi motivasi..
    thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.