Orbit Diri
Saat ini saya sedang malas melanjutkan tugas. Maka jadilah saya menulis blog ini. Hmm, sudah lama ternyata saya membiarkan blog kesayangan yang Cuma satu-satunya ini terbengkalai.
Oke, saya hanya akan membahas hal-hal sepele saja. Hal-hal tentang hidup, hal yang selalu menggelitik saya untuk menulis. Ini murni hanya pendapat saya, atau mungkin lebih tepat dikatakan pemahaman saya akan diri saya.
Lingkungan adalah elemen penting dalam hidup. Oke semua tahu itu. Tapi bukan ini yang menjadi topik tulisan saya. Sebenarnya saya bingung bagaimana meng-istilahkan ini, tapi akan saya coba.
Sekali lagi. Lingkungan adalah elemen penting dalam hidup. Lingkungan itu sendiri banyak komponennya, salah satunya adalah orang lain disekitar kita.
Akhir-akhir saya senang mengobeservasi diri saya sendiri. Saya menikmati ini, sungguh merupakan sebuah moment yang saya sukai.
Saya sedang mengobservasi diri saya dalam posisi saya terhadap orang-orang lain di sekitar saya. Saya menggambarkan diri saya sebagai sebuah orbit yang dikelilingi oleh banyak orbit lain.
Tentunya, orbit inti adalah diri saya sendiri. Hanya terdiri dari raga, pikiran, dan perasaan saya sendiri. Saya menamainya Aku.
Saya menghayati bahwa pada dasarnya, semakin dekat suatu orbit lain dari diri kita, secara kuantitas semakin sedikit. Pada dasarnya setiap orbit itu, ditempati oleh suatu kelompok tertentu. Antara orbit satu dengan orbit lainnya, di pisahkan oleh sebuah jarak yang memisahkan antara satu orbit dengan orbit lainnya.
Dalam tulisan kali ini, saya akan mencoba membuat skema tentang orbit diri saya sendiri. Aku yang merupakan inti dari diri, dikelilingi oleh beberapa orbit penting. Setiap orbit ditempati oleh berbagai ‘diri lainnya’ yang tentu saja memiliki orbitnya sendiri. Semakin dekat orbit‘diri lain’ itu terhadap Aku, semakin besar ukurannya, maka semakin mirip warnanya dengan Aku. Hal ini mengindikasikan semakin pentingnya ‘diri lain’ itu terhadap aku.
Sebelumnya, saya sempat menyinggung-nyinggung mengenai kuantitas. Ya, Saya menghayati bahwa semakin dekat orbit itu pada Aku, semakin sedikit jumlah ‘diri lainnya’ yang berhak menempati posisi itu. Karena hanya ‘diri-diri lain’ yang terpilih lah yang berhak menduduki orbit tersebut. Hal itu terjadi karena saya menyakini bahwa kualitas berbanding terbalik dengan kuantitas.
‘Diri-diri lain’ yang paling dekat dengan Aku adalah keluarga. Ukurannya sedikit lebih kecil dari Aku, diiringi dengan warna yang mirip. Itulah mereka yang menjadi prioritas Aku.
‘Diri-diri lain’ yang menduduki orbit pertama adalah mereka yang Aku pahami sebagai SAHABAT! Mereka penting, dan akan saya pertahankan. Mereka adalah elemen yang sangat bermakna dalam kehidupan Aku.
‘Diri-diri lain’ yang berdiam diantara sahabat dan teman adalah mereka yang Aku pahami sebagai TEMAN DEKAT! Jumlahnya lebih banyak dari sahabat. Dia mengenal Aku secara baik, namun masih banyak yang tidak mereka ketahui tentang Aku. Pada bagian ini Saya merasa perlu memiliki teman dekat sebanyak-banyaknya. Penting dalam mengisi kehidupan seharian. Walaupun kuantitas waktu yang terjalin dengan mereka lebih banyak dibandingkan sahabat, namun tetap saja kualitas penghayatan hubungan yang terjalin tidak sama.
‘Diri-diri lain’ yang menduduki orbit berikutnya adalah teman. Tidak mesti dekat, tapi kita berteman. Aku dan mereka saling mengenal, namun tidak sering berinteraksi.
Orbit-orbit selanjutnya tentu akan semakin banyak di duduki oleh diri-diri lainnya. Hal ini sangat tergantung dari penghayatan Aku itu sendiri dalam memaknai suatu hubungan.

*EFEK SUSAH TIDUR DAN KEBANYAKAN MIKIR! SEDIKIT BERFILSAFAT TENTANG DIRI SENDIRI *
INI MURNI PEMIKIRAN SENDIRI, MAAF BILA ADA YANG TIDAK SETUJU! SEMUA BEBAS BERPENDAPAT BUKAN?