Making peace with yourself!

Hidup adalah problematika. Mungkin ini keputusan yang terlalu cepat, tapi setidaknya setiap individu pasti memiliki masalah.

Beberapa pekan terakhir merupakan fase penting dalam hidup gw. Gw belajar banyak dari teman-teman gw tentang hidup. Oke sebelumnya, gw ‘sempat’ merasa bahwa masalah yang gw hadapi adalah masalah yang paling menyakitkan. Gw lupa bahwa masalah itu bukan cuma gw aja yang merasakan. Mereka juga punya. Kita juga punya. Dan itu sangatlah lumrah karena itulah hidup.

Gw mendengar, melihat, dan mencoba merasakan apa yang dialami oleh teman-teman gw. Masalah-masalah yang dihadapi sangat beragam, dan rumit. Gw menjadi paham bahwa, ada hal tertentu yang kita anggap sepele, tapi justru berat bagi orang lain. Semua ini kembali lagi bahwa, setiap individu memiliki ‘ambangnya’ sendiri dalam menentukan apakah suatu masalah berat atau tidak. Oke, sekali lagi gw disadarkan bahwa masalah itu merupakan hal yang sangat lumrah.

Dari setiap hal yang terlalui, gw berada dalam suatu fase dimana gw berusaha keras meresapi setiap hal yang terjadi di sekeliling gw. Gw berusaha mengintergrasikan setiap momentum yang ada. Dan gw menemukan bahwa mengapa kita selalu mengeluh ketika berada dalam suatu problematika adalah bahwa kita butuh BAHAGIA.

Well, Bahagia. Siapa sih yang ga butuh bahagia? . Gw tau, pertanyaan ini retorik banget. Ga perlu dijawab! Cuma perlu dimaknai.

Dan, kita semua di sini butuh bahagia.

Tapi persoalan ga berhenti sampai disini saja. Intinya, bagaimana cara kita mendapatkan kebahagiaan itu?

Oke. Gw tau, semua kita tau. Bahwa sangatlah alamiah jika manusia selalu berusaha mendapatkan yang terbaik dalam hidupnya.  Berusaha sekeras mungkin untuk mengaktualisasi diri mencapai titik kepuasaan (kebahagiaan).

Seringkali kita bergumam:

” Gw mau ini! Gw mau itu! Gw harus begini! Gw harus begitu!”

atau

“Kenapa gw seperti ini! Kenapa itu mesti terjadi seperti ini!”

dan hal-hal itu-ini lainnya.

Kita tak akan pernah puas toh?


Tapi, tanpa kita sadari, justru itu semua membuat kita semakin tidak bahagia! Kita terlalu menuntut lebih untuk diri kita sendiri. Kita memaksa diri kita untuk berpikir terlalu keras! Kita membiarkan hati kita tertekan terus menerus. Hanya karena suatu ‘i d e a l’ yang tidak kita capai!

Berangkat dari pemikiran ini, gw menemukan bahwa inti dari kebahagiaan itu ada pada diri kita sendiri.

Gw sampai pada satu titik, yaitu:

” oke! kalau gw mau bahagia, gw harus bisa berdamai dengan diri gw sendiri!

Gw harus mengenal kemampuan diri gw sendiri. Gw harus menerima setiap kelemahan diri gw sendiri. Dan gw harus belajar bersyukur buat setiap hal yang gw punya! Ya. Gw harus bisa berdamai dengan diri gw sendiri!

Dan Gw tau ini sama sekali ga mudah. Tapi ketika gw menarik nafas panjang, dan meresapi komitmen yang baru gw buat itu, gw langsung merasakan kebahagian yang luarbiasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.