Stop mengucilkan orang lain! Kalian tidak tahu dampak apa yang ditimbulkan!

Manusia itu unik. Semua tau itu. Sekembar-kembarnya orang, tetap aja mereka unik. Tetap saja ada trait yang terdisposisi membentuk struktur kepribadian yang menjadi ciri setiap individu!

Well, manusia boleh saja membuat penggolongan kepribadian berdasarkan kemiripan-kemiripan trait, karakter, tempramen, atau apapun itu. Namun, penggolongan tersebut hanyalah suatu ‘pemudah’ dalam memahami sebuah struktur kepribadian dengan sederhana. Namun nyatanya, tidaklah sesederhana itu, toh terbukti setiap tokoh punya teorinya sendiri. Mereka membangun konsep mengenai struktur kepribadian berdasarkan sisi subejektivitasnya masing-masing. Bisa dibilang berdasarkan traitnya masing-masing.

Secara kasat mata, bisa saja satu orang memiliki tipe kepribadian yang ‘mirip’. Tapi sekali lagi, ‘mirip’. Tidak Identik loh!

Maka dari itu, cobalah pahami dan mengerti bahwa setiap orang  adalah unik.

Baiklah, inti pembicaraan ini adalah setelah kalimat biru ini!

Jujur aja, gw risih banget sama yang namanya PENGUCILAN. Kalo denger kata-kata itu, rasanya gw langsung sedih, ngilu, miris, marah, benci. Ini ga berlebihan loh! Tapi memang itulah yang gw rasakan. Rasa sakitnya terasa sampai sekarang! Well, gw tau menulis topik ini sama aja mengorek-ngorek kembali luka lama gw!! Gw sungguh trauma dengan kata dikucilkan, mengucilkan, atau apapun itu!

Gw sering mengalami ini. Hampir setiap fase kehidupan gw yang baru, gw mengalami ini. (maaf saya mengganti kata ini).

Waktu TK, gw dikucilkan hanya karena gw menulis kidal. Apa salahnya sih menulis kidal? Oke gw tau, kalau kita masih sama-sama anak-anak. Belum ngerti apa-apa. Masih doyan ngisengin temen. Tapi sekali lagi, setiap orang adalah unik. Itu artinya setiap orang memilik batas ambangnya sendiri dalam merespon stimulus terentu! Dan buat gw dulu itu sangat menyakitkan banget! Gw sampai dipaksa-paksa guru gw untuk nulis pakai tangan yang ‘normal’. Alhasil, lulus TK gw berhasil menulis dengan normal karena pemaksaan atau tuntutan lingkungan.

Selain karena kekidalan gw, gw dikucilkan karena kebodohan gw. Oke, memang gw dulu bodoh, lulus tk bahkan gw belum bisa baca. Setiap kali diejek, gw selalu nangis. Alhasil setelah setahun TK gw ga kuat dan langsung masuk SD (dengan segala keterbatasan gw! Mengingat usia gw masuk TK terlalu tua).

Pengucilan di SD justru makin parah. Dampak pengucilan pada masa TK berdampak besar pada diri gw! Gw terbentuk jadi anak yang cengeng. Kecengengan dan kebodohan gw membuat gw selalu diejek, terutama sama teman-teman gw yang cowok! Well, coba bayanginn kalian di kepung melingkar oleh segerombolan orang sambil diteriaki “IDIOT, dan CENGENG!”. Sekali lagi. Gw paham betul, masa SD adalah masa penuh kelabilan dimana kita suka membentuk GENG dan saling menghina satu sama lain! Sepenuhnya gw paham itu. Tapi gw memahaminya setelah gw besar! Padahal rasa sakit dan dampak negatifnya sudah telanjur melekang!

Hanya saja, itu hanya berlangsung selama tiga tahun! Entah mengapa, gw merasa menjadi orang yang terhina justru membuat gw lebih dewasa dalam memandang hidup. Gw melakukan perubahan besar-besaran. Belajar gw semakin rajin! Prestasi gw melejit hingga menduduki posisi 5, bahkan 3 besar di kelas. Perubahan ini tentu membuat teman-teman gw gigit jari. Sikap mereka terhadap gw langsung positif. Mulai saat itulah gw menjadi rajin belajar.

Dampak Pengucilan-pengucilan yang gw alami membuat gw  TAKUT memasuki lingkungan baru. gw TAKUT beradaptasi!

Apalagi, perubahan bentuk tubuh gw dari yang kuruuus sampai yang genduuut banget berhasil membuat gw kembali menjadi bahan ejekan!

Tapi periode ini tidak berlangsung lama, hanya beberapa bulan! Kembali lagi gw terselamatkan oleh prestasi gw!

Awal masuk SMA gw paranoid. Takut kalau gw jadi alamat cemoohan orang-orang! Lagi-lagi itu benar. Hanya karena gw Gembrot, gw sempet digoda-godain anak-anak labil (temen gw sendiri) yang ga tau diri!!

Tapi sekali lagi, kondisi ini ga berlangsung lama! Gw ga tau kenapa, tapi sepertinya faktor kedewasaan berpikir berperan pada masa SMA.

Oke. Coba lihat dampak yang gw dapatkan dari pengucilan:

  1. Gw takut beradaptasi pada lingkungan baru. Ketika masuk kuliah pun gw masih takut. Jujur gw cendrung TIDAK mau berinteraksi dengan orang-orang yang gw anggap tidak sesuai dengan gw! Atau dengan ORANG-ORANG yang berkelompok dengan jumlah besar! Bahkan sampai sekarang pun, kalau ada temen gw yang berjalan bergerombol, gw pasti grogi dan salting, tak jarang menjadi sangat cuek, jutek! dan kemungkinan besar tidak akan gw sapa! . Tapi ketika mereka jalan sendiri-sendiri gw pasti bisa cair dengan mereka. (Tolong jangan salahkan gw, gw hanyalah korban!)
  2. GW TAKUT GENDUT! that’s why gw berusaha tiga-perempat mati buat ngurusin badan. Walaupun masih gembrot juga!
  3. GW MENJADI ORANG YANG AMBISIAN DALAM MENDAPATKAN NILAI BAGUS. Kalian mungkin ada yang sebel sama gw karena ini. Tapi ini sudah menjadi defense mechanism gw!

Well, masih banyak banget dampak negatifnya! Ga bisa gw sebutin satu-satu karena masalah privasi. Tapi sekarang, semenjak gw belajar di psikologi, sedikit demi sedikit gw berusaha untuk menghilangkan rasa traumatik gw. Mengurangi rasa gugup gw berbicara di depan orang banyak, dll.

Dari pengalaman gw ini, gw cuma mau bilang: Please stop pengucilan! Itu nyakitin banget! Percaya deh!

Gw yakin, ketika kita memahami betul individual differences ( Each of us is just UNIQUE) kita pasti bisa menerima orang lain apa adanya. Ga peduli SEGEMBROT APA DIA, SEJELEK APA MUKANYA, SETONGGOS APA GIGINYA, SESUMBING APA BIBIRNYA, SEBENCONG APA DIA, SEPESEK APA DIA, ATAU APAPUN!

Dan kalo kita menemui orang-orang yang terlalu minder, Marilah kita buat mereka merasa nyaman secara psikologis. Agar mereka bisa berkembang dan beraktualisasi dengan baik, sama seperti kita. Sebab, perasaan minder itu mucul karena adanya ketidaknyamanan secara psikologis. Bayangkan kalau itu terjadi pada diri anda?

Comments
9 Responses to “Stop mengucilkan orang lain! Kalian tidak tahu dampak apa yang ditimbulkan!”
  1. dwi says:

    thanks for sharing sob… menarik, psikologis sekali…

  2. syefi says:

    iyap, bener banget. aku setuju banget sama tulisanmu ini. aku juga termasuk orang yang minder dan sikap orang2 yang tidak ramah sama sekali tidak membantu. aku jadi egois , jutek, dan tidak peduli orang lain.

  3. Devi says:

    Experience km sama bgt ky ak,ak jd pgn tau km lbh bnyk n bs saling share pnglmn msg2..
    Salam knal y .. ^^

  4. gw says:

    persis dengan yg gw rasain… sampe sekarang gw masih dendam sama mereka….

  5. Makasih Bro? Tapi Saya Sewaktu Smp Dikucilkan Terus Oleh Orang Lain. Bagaimana Cara Menanganinya Bro Makasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.